Skip to main content

Driver Motor DC Relay dilengkapi dengan PWM

PWM yang sering digunakan untuk mengatur kecepatan pada motor DC adalah suatu jalan yang sangat tepat dan mudah dibandingkan dengan menaik atau turunkan tegangan pada motor DC.
dengan hanya mengganti lebar pulsa saja kita dapat mengatur kecepatan motor DC dengan kecepatan yang sangat variatif dan lebih detail serta halus. langsung aja bisa lihat rangkaiannya disini dibawah ini


gak banyak yang bisa dibahas karena pada artikle sebelum dan sebelumnya lagi telah dibahas mengenai driver jenis ini walaupun belum dilengkapi dengan PWM sebagai pengendali kecepatannya.

cukup dengan memutus bagian negative atau grownd pada driver yang langsung menyuply motor dan menggantikannya dengan sejenis transistor yang berfungsi sebagai switching (menghubungkan dan memutuskan grownd), tentunya dengan spesifikasi tertentu yaitu mampu menahan arus beban balik motor dan memiliki kecepatan switching yang sangat cepat untuk mengimbangi frekuensi gelombang PWM yang akan dikirimkan.
jika FET yang digunakan belum kuat menahan arus balik dari motor , maka bisa diganti dengan MOSFET type lain atau dapat mengambil alternatif seperti pada gambar berikut ini.

ini dilakukan karena spesifikasi komponen yang digunakan bukan berkelas A sehingga spesifikasi yang dituliskan tidak sepenuhnya benar.
memang tertulis. yang tertulis pada data sheet adalah untuk type yang berkelas A dengan harga yang sanagat mahal (100x harga biasa), sedangkan yang banyak ditemui di pasaran adalah dengan type yang sama akantetapi berbeda kelasnya dan umumnya dijual dengan harga Rp.7000 s/d Rp.8 ribuan.

Q: kenapa gak menggunakan relay aja? relay kan juga switching....?
A: karena relay tidak memiliki kecepatan swiching yang cepat sehingga jika relay di ON / OFF kan secara cepat maka bisa-bisa terbakar karena ada percikan api. silahkan coba sendiri!!!

kalo gambar kurang jelas bisa download di link berikut ini beserta MOSFET dan optocoupler yang saya sarankan.

download

[1] Optocoupler TLP521
[2] IRF540
[3] Gambar Rangkaian (eagle.sch)

sampai disini dulu ya....!!!
salam anak pulau.....:-)

Related Article
[1] Motor Driver for Line Tracer/Follower Robot
[2] Mengatur Arah Putaran Motor DC (3)
[3] Mengatur Arah Putaran Motor DC (2)
[4] Mengatur Arah Putaran Motor DC (1)
[5] Rem /Break pada Motor DC
[6] Rem untuk Driver H Bridge Motor DC
[7] Driver Motor DC 2
[8] Driver Motor DC 1
[9] Permanent Magnet TENV Motor 1/35HP 2350RPM Armature 12 Volts DC Dayton Electric # 3LCH7

Comments

  1. berarti kalau cuma pakek untuk mengaktifkan motor aja PWMnya gx sah dipake ya bang???

    ReplyDelete
  2. yup. buang aja FETnya shot ke Ground langsung

    ReplyDelete
  3. bit pwmnya bisa diaumsikan ky' pin enable l298 y mas?
    trus kalo dikasi rem,disambung keinput transistor y?
    pngen cba pake relay cz dulu2 pake irf9540&540 sering angus kalo bebanx berat

    ReplyDelete
  4. yup.
    driver diatas udah ngerem saat kondisi mula2, liat aja udah kehubung.
    konsep ngerem ada disini.

    ReplyDelete
  5. relaynya tuh tipe berapa mas?
    biar pas sama pcbnya...

    ReplyDelete
  6. relaynya terserah.........saya belum buat PCB nya. biasanya pakai relay 12volt biasa warnanya biru.

    ReplyDelete
  7. pake relay omron 24vdc, cm butuh 1 relay dan 2 pin, 1 untuk pwm 1 lg untuk pengganti arah putaran motor, FETnya 2 aja ckp ga usah banyak2 gan..

    ReplyDelete
  8. besar tegangan vs na brapa mas???

    ReplyDelete
  9. besar tegangan vs apkh tergntung dari batasan teg pd motor dc itu mas???

    ReplyDelete
  10. VS adalah tegangan yang akan di supply ke motor . jadi gunakan tegangan sesuai denagan kebutuhan motor yang digunakan.

    rangkaian diatas ane gunakan 12 Volt. jika 24 volt maka rangkaian menuju optocopler yang juga terhubung dengan VS harus di pisah. atau menggunakan regulator 7812.

    ReplyDelete
  11. mas,ada conoth program rotary encoder?

    ReplyDelete
  12. mas,skema fetnya kq pake P-canel?
    bukannya irf540 N-canel.mastiin j biar g slh pcb nya

    ReplyDelete
  13. posisi G,D,S buat fetnya tetep y mskpun P/N-canel?

    ReplyDelete
  14. budi== gak punya,

    pratzz==tetep

    push==iya maaf itu 9540 maksudnya. yang P channel

    ntar ane trace lagi rangkaian robot ane.

    ReplyDelete
  15. Relaynya Saya ganti yang 6 volt bisa kah gan ?

    ReplyDelete
  16. mas tegangan untuk optocoupler harus 12 Volt ya ? saya sudah buat rangkaian di atas, saya gabung tegangan untuk motor,relay dan optocoupler ?

    ReplyDelete
  17. gak mesti 12 volt. kalo menggunakan relay 6 volt maka tegangan pada opto kopler juga 6 volt hanya saja diganti resistornya. mungkin menjadi 2k2 atau 4k7 juga bisa 1K.

    ReplyDelete
  18. Mas untuk driver tanpa pwm sudah dapat berjalan dengan normal, yang saya mau tanyakan lagi cara kerja mosfet di dari rangkian di atas, apakah fungsi pwm sama seperti driver L298 ?

    ReplyDelete
  19. yap benar sekali. PWM yg digunakan sama cara kerjanya dengan driver dalam bentuk IC apapun seperti L293D dan L298.

    ReplyDelete
  20. mas bro mau tanya,, saya newbie nih...
    ak baru pake eagle neh,, biasa nya pake orcad ..
    yang mau ane tanya,
    kalo di orcad tuh kan bisa pake cooper pour itu loh, nah kalo di eagle gmn cara nya mas..?
    thx sblum nya ;)

    ReplyDelete
  21. wah kalo itu di eagle saya jg gak tau. di eagle biasanya di tutupin pake tool yg kotak2. tutupin aja pake itu sampe penuh n grid yg kecil2. fungsi cooper pour = untuk menutupi yg sisa2 kan? kalo gak salah.

    ReplyDelete
  22. mas inzar saya ingin membuat rangkaian optocoupler untuk rangkaian pemisah, saya ingin bertanya schematic rangkaian dan ic optocoupler nya yg baik. makasih

    ReplyDelete
  23. rangkaian optonya saja seperti diatas sudah baik dan benar. dengan prinsip kerjanya sebenarnya hanya sebuah led didalamnya dan sebuah fototransistor yangmana transistor tersebut menyala jika led menyala.

    jadi resistor yang digunakan pada lednya seperti pada umum dipakai nilainya menurut praktikum kalian masing2 biasanya 560 ohm 330 , 470 atau sekiranya cukup (kita orang praktek bukan teori). bagian transistornya sama dnegan kalian pakai buat nyalakan relay.

    cukup liat gambar pada datasheet optocoupler tersebut maka kalian bisa mendesign sebuah rangkaian. begitu kira2 prinsip kerjanya. semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  24. ok terima kasih mas penjelasannya....
    saya mau tanya lagi nih, saya lagi mencari dioda switching dengan arus forward sekitar 3 - 5 A , dan daya nya besar. kira2 pakai dioda apa yaa

    ReplyDelete
  25. coba cari di google dengan keyword "high forward curent diode" moga bermanfaat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PCB Jam Digital 7 Segmen Mengunakan ATmega8 (PCB,SCH dan Firmware Download)

akhirnya tercapai juga ni......
mau upload yang satu ini. langsung ke TKP aja. semoga bermanfaat.



rangkaian skematicnya seperti berikut ini


rangkaian diatas menggunakan NET sehingga dengan hanya mengganti nama pada tiap PIN komponen maka dengan mudah langsung terhubung secara otomatis. terlihat lebih rapi kan..........? jika kita menggunakan kabel semuanya. mungkin yg liatnya udah pusing duluan. tp jangan panik.......... disini saya sertakan link download PCB dan skematic diatas.
Download..... PCB jam digital ATmega8Skematik Jam Digital ATmega8Firmware jam digital ATmega8Main Program jam digital ATmega8 (sudah OK)Sub rutin program jam digital ATmega8Project file programListing komponencara gabung program karkulasi.c dan program utamaHasil rangkaian Jam digital ATmega8 Semua file download diatas terutama pada main program dan sub rutin harus di gabungkan untuk dapat di kompilasi menjadi file [dot]HEX,  atau bisa langsung gunakan file firmware dan diisi ke mikrokontroller ATmega8. terima…

Minimum System ATmega8535/16/32 PCB Menggunakan Software Eagle

perhatkan screen shot berikut ini, mungkin dah pada tau kalo ngeliat ni rangkaian. soalnya sangat - sangat simple and sangat mudah untuk dibuat apalagi kalau menggunakan cara membuat PCB seperti yang telah saya jelaskan pada posting sebelum - sebelumnya.


gambar diatas merupakan PCBminimum system ATmega8535 / ATmega16 / ATmega32. kenapa demikian?
karena konfigurasi pin dari jenis Microcontroller diatas adalah sama, hanya dibedakan pada memorinya saja.
perhatikan juga tata letak komponennya yang hanya sedikit he he he...

untuk posisi port udah tersusun rapi dikaenakan konfigurasi pin mikrokontroller ini sudah berurutan jadi gak susah - susah deh...
untuk lebih jelasnya bisa langsung lihat data sheetnya aja oke? berikut juga saya sertakan PCB nya menggunakan eagle versi 5.0.0

download
[1] ATmega8535
[2] ATmega16
[3] ATmega32
[4] Minimum system Mikrokontroller ATmega8535/16/32

ada pertanyaan? silahkan....
ada permintaan? monggo......
salam anak pulau aje ye......:-)

Related Article
[1] Mini…

Perbaiki Baterai Lithium Polymer (li-po)

kalo ngetik ni key word seperti diatas tu....bakalan nyasar kesini...
nah......

gak usah banyak basa-basi deh.
malam ini ada masalah besar yang terjadi pada baterai line tracer kesayanganku, sebuah Lithium Polymer di nyatakan rusak oleh chargernya sendiri... begitu tega dia mengkhianati pasangannya... ngaur aja ni....

tu....kasus ini udah buat saya rugi sampe Rp. 180 Rb untuk sebuah harga baterai Lithium Polymer yang memiliki tegangan 7,4 dimana terdapat 2 buah cell baterai didalamnya.

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau pakai baterai Li-po ini.

pada baterai
1. baterai akan rusak jika tegangan di tiap cellnya dibawah 3,5 Volt. normalnya 3.7.

2. mengisi ulang baterai hanya bisa dilakukan dengan charger khusus yang telah diatur khusus menjaga tegangan tetap stabil, jika menggunakan charger biasa maka baterai dalam jangka waktu panjang akan menggelembung.

pada charger (yang murahan ni....)
1. tegangan input charger menggunakan 12 DC
2. led merah akan menyala jika power input charger…