Skip to main content

REM untuk Driver H-Bridge Motor DC

Rangkaian H bridge driver yang sebelomnya di posting belom lengkap tu kalau gak pakai rem, ntar kalo robotnya kebablasan gimana? Driver H bridge postingan sebelumnya
berikut ini saya tampilkan skematik buat Hbridge yang pakai rem.

eit tapi ntar dulu, ada baiknya baca teori berukut ini:
disini motor DC diberi (+) pada kabel 1 dan (+) juga pada kabel satunya lagi
juga berlaku unutk (-) maka kedua kabel motor DC harus diberi polaritas yang sama. coba aja sendiri pasti motor yang sebelumnya ujungnya bisa diputar dengan jari malah sedikit kesat alias agak keras gitu. nah.......... ngerem kan jadinya?

so........perhatiin gambar berikut ini untuk rangkaiannya.
ini merupakan lanjutan dari artikle sebelumnya

wuih lama banget ni upload gambar. dah dulu deh ya.............gak jadi ngejelasin ni kelamaan nunggu. ntar komen aja kalo kurang jelas.

bye.................salam anak pulau................-_-

Comments

  1. Ow ngendaliin motornya g pake PWM ya?
    Menurutku tidak usah pakai bit untuk REM, tetapi dengan memberikan logika yang sama pada kedua input lainnya (selain REM) baik logika 1 ataupun logika 0.

    Input REM rangkaian anda seperti itu kan ? logikanya dibuat sama.

    ReplyDelete
  2. Oh iya sorry, saya lupa masang PWM
    tp yang sering main robot pasti udah tau. PWM bisa di pasang dengan memutus jalur Ground pada driver dan diganti dengan sebuah transistor unutk enablenya.

    masalah rem:
    sudah baca dasar teorinya?
    jika motor DC diberi polaritas sama maka akan sulit diputar (lebih kesat).

    kita buktikan jika tidak menggunakan bit untuk rem.
    1. kedua input diberi 1 dan 1 maka kedua input tidak aktif karena rangkaian saya aktif low. maka motor los begitu saja (bebas). jika kondisi ini kita gunakan, maka saat berjalan kencang akan membutuhkan delay untuk berhenti. artinya masih ada daya dorong.

    2. kedua input diberi 0 dan 0 maka semua transistor aktif. perhatikan gambar rangkaian, anda akan menghubung singkat rangkaian artinya (+) dari kedua PNP mengalir ke motor dan (-) dari kedua NPN juga menghampiri motor sehingga WUZZZZ hangus.

    kenapa saya meletakkan rem pada bagian negative?
    perhatikan gambar.
    1. transistor terbentuk dari 2 dioda baik itu optocoupler jug memiliki transistor dengan basisi foto.

    2. dioda jika terbalik maka tahanan = dianggap tak hingga, sehingga output dari rem tadi tidak bisa mengaktifkan transistor lain hanya pada bagian NPN saja sehingga hanya sebagian sisi driver yang aktif. hasilnya no shot yakan?

    silahkan bandingkan antara motor bebas dan di beri polaritas sama, maka anda akan menemukan fungsinya. rangkaian ini sudah saya pakai berkali2. PENS gak mungkin salah dalam mendesain. salam anak pulau ^-^

    ReplyDelete
  3. maaf mungkin ada yg kurang dari rangakaiannya,jadi metode yang dijelaskan di atas ada kondisi khusus.Jadi ga bisa langsung dikasih nilai di bit REM nya.jadi ketika REM aktif maka dua bit lain yang dipakai sbg arah /direction dipastikan tdk aktif dulu.apa mngkin bgtu??

    ReplyDelete
  4. yup, harus kondisi kedua input gak aktif dulu. kamu udah tau nanyak. mending kasi penjelasan tambahan untuk yang comen ya.......?
    makasih sebelomnya

    ReplyDelete
  5. salam..
    sory sebelumnya.
    collector emitor BD140 di atas bukannya terbalik mas.

    rangkaian driver nya tu Resistornya brp aj yg terhubung ke basis dr tiap TR-nya?

    kalo TRnya dganti ama mosfet bs ga mas biar arusnya kuat gede..
    klo bsa mosfetnya jenis apa yg cocok,,,

    thanks..

    ReplyDelete
  6. salam.

    mas rangkaian driver d atas bsa dganti ama mosfet g?
    biar tahan arus gede .. cocoknya mosfet yg tipe apa y?

    trus mas nilai R nya brapa aja u/ driver d atas.?

    thanks.

    ReplyDelete
  7. he he iya gambar doang kok. soalnya aq ngedit di pain bukan langsung dari eaglenya. ada sebagian komponen yang gak ada n belom buat librarynya. sebenarnya bisa buat sendiri librorynya.
    oke, rangkaian H-bridge secara umum trus resistor

    R=1Kohm --> untuk transistor
    R=560 ohm --> untuk optocoupler

    sory, yg kemarin bukan FET tp Transistor.

    ReplyDelete
  8. mas kalo ic yang buat ngatur pwm dan direction pake ic apa ya? kaya yg di denumon

    ReplyDelete
  9. kalo IC silahkan tanya ke orang yang desin langsung (denumon) denumon lebih ngerti tu....

    ReplyDelete
  10. Maaf ikut nimbrung..

    mantaps..gun...
    cm ane masih bingung, kenapa bt penegasan PWMnya pake OpTo Copler?

    ReplyDelete
  11. gak mesti sih.. cuma sering gitu aja...biar aman and terpisah....
    gak ngerti kenapa tp sering ngedrop kalo gak dipisah. aq ngikutin aja desain yg fix dari anak robot. atau gak dengan mutusin grown. biasanya PWM di kombine dengan direction.

    ReplyDelete
  12. bg.. itu opto nya bisa dihubungkan decoder gk ?? supaya driver lbh aman & mudahin utk kita program ?? mksdnya keluaran kaki2 opto gk lgs ke port mikro, msk ke decoder dl bg.. ???

    ReplyDelete
  13. bisa-bisa....kalo banyak duit. konsepnya kan udag tau cuma untuk pemisah jadi terserah mau diaplikasikan dimana aja.

    ReplyDelete
  14. saya ingin tanya nih
    pertama, saya masih bingung soal gbr di atas, untuk 2 transistor PNP bagian atas knp emitornya tdk pd posisi VSS?

    Kedua, rem akan mengaktifkan 2 transistor NPN, lha...bagaimana bisa aktif kl tidak ada arus yg mengalir karena transistor PNP mati

    maaf sebelumnya saya belum paham soal h-bridge transistor. saya biasa menggunakan yg sudah jadi(bentuk IC)

    untuk rem saya hanya memberikan logika kebalikan saja, misal motor berputar CW maka saya beri logika CCW. kelebihannya robot lebih cepat berhenti karena roda bisa berhenti bergerak, kelemahannya boros energi

    ReplyDelete
  15. untuk rem dulu:prinsip rem disini akan menghubungkan 2 pin motor menjadi satu. so...gak membutuhkan arus. mungkin bisa coba experimen saya yang ini.

    untuk transistor: bisa coba baca2 lagi arus-arus yang emngalir pada transistor mungkin di wikipedia. aq sulit jelasinnya kalo kamu juga gak familiar sama transistor.

    yang jelas....transistor PNP diatas akan mengalirkan tegangan posistif untuk motor sedangkan NPN tegangan negativ.

    pada optocoupler sisi kanan tidak digunakan tegangan disini kita hanya memanfaatkan arah arus yang mengalir sehingga jika opto terhubung maka rangkaian tansistor diatas akan berprinsip seperti batre jika di nalarkan membentuk + - + -
    begitu......untuk memastikan tiap transistor tersebut dialiri atau tidak maka diberi pullup pada tiap transistor sesuai karakteristiknya.

    satu lagi. rangkaian diatas berhasil 100%
    untuk PWM tinggal tambahin satu transistor lagi yang memutuskan grown pada rangkaian driver.
    maaf belom sempat upload rangkaiannya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PCB Jam Digital 7 Segmen Mengunakan ATmega8 (PCB,SCH dan Firmware Download)

akhirnya tercapai juga ni......
mau upload yang satu ini. langsung ke TKP aja. semoga bermanfaat.



rangkaian skematicnya seperti berikut ini


rangkaian diatas menggunakan NET sehingga dengan hanya mengganti nama pada tiap PIN komponen maka dengan mudah langsung terhubung secara otomatis. terlihat lebih rapi kan..........? jika kita menggunakan kabel semuanya. mungkin yg liatnya udah pusing duluan. tp jangan panik.......... disini saya sertakan link download PCB dan skematic diatas.
Download..... PCB jam digital ATmega8Skematik Jam Digital ATmega8Firmware jam digital ATmega8Main Program jam digital ATmega8 (sudah OK)Sub rutin program jam digital ATmega8Project file programListing komponencara gabung program karkulasi.c dan program utamaHasil rangkaian Jam digital ATmega8 Semua file download diatas terutama pada main program dan sub rutin harus di gabungkan untuk dapat di kompilasi menjadi file [dot]HEX,  atau bisa langsung gunakan file firmware dan diisi ke mikrokontroller ATmega8. terima…

Minimum System ATmega8535/16/32 PCB Menggunakan Software Eagle

perhatkan screen shot berikut ini, mungkin dah pada tau kalo ngeliat ni rangkaian. soalnya sangat - sangat simple and sangat mudah untuk dibuat apalagi kalau menggunakan cara membuat PCB seperti yang telah saya jelaskan pada posting sebelum - sebelumnya.


gambar diatas merupakan PCBminimum system ATmega8535 / ATmega16 / ATmega32. kenapa demikian?
karena konfigurasi pin dari jenis Microcontroller diatas adalah sama, hanya dibedakan pada memorinya saja.
perhatikan juga tata letak komponennya yang hanya sedikit he he he...

untuk posisi port udah tersusun rapi dikaenakan konfigurasi pin mikrokontroller ini sudah berurutan jadi gak susah - susah deh...
untuk lebih jelasnya bisa langsung lihat data sheetnya aja oke? berikut juga saya sertakan PCB nya menggunakan eagle versi 5.0.0

download
[1] ATmega8535
[2] ATmega16
[3] ATmega32
[4] Minimum system Mikrokontroller ATmega8535/16/32

ada pertanyaan? silahkan....
ada permintaan? monggo......
salam anak pulau aje ye......:-)

Related Article
[1] Mini…

Perbaiki Baterai Lithium Polymer (li-po)

kalo ngetik ni key word seperti diatas tu....bakalan nyasar kesini...
nah......

gak usah banyak basa-basi deh.
malam ini ada masalah besar yang terjadi pada baterai line tracer kesayanganku, sebuah Lithium Polymer di nyatakan rusak oleh chargernya sendiri... begitu tega dia mengkhianati pasangannya... ngaur aja ni....

tu....kasus ini udah buat saya rugi sampe Rp. 180 Rb untuk sebuah harga baterai Lithium Polymer yang memiliki tegangan 7,4 dimana terdapat 2 buah cell baterai didalamnya.

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau pakai baterai Li-po ini.

pada baterai
1. baterai akan rusak jika tegangan di tiap cellnya dibawah 3,5 Volt. normalnya 3.7.

2. mengisi ulang baterai hanya bisa dilakukan dengan charger khusus yang telah diatur khusus menjaga tegangan tetap stabil, jika menggunakan charger biasa maka baterai dalam jangka waktu panjang akan menggelembung.

pada charger (yang murahan ni....)
1. tegangan input charger menggunakan 12 DC
2. led merah akan menyala jika power input charger…